Perbedaan Everything Gonna Be Okay dan Everything Will Be Okay
Pernah nggak sih kalian lagi merasa galau atau khawatir, lalu terdengar kata-kata seperti “Everything gonna be okay” atau “Everything will be okay”? Dua kalimat ini memang mirip, bahkan punya arti yang sama jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Tapi, kalau diperhatikan dengan teliti, ada perbedaan penting di balik keduanya. Yuk, kita bahas perbedaan everything gonna be okay dan everything will be okay secara tuntas!
Perbedaan “Everything Gonna Be Okay” dan “Everything Will Be Okay”
Dalam bahasa Inggris, kita punya beberapa cara untuk bicara tentang masa depan, termasuk menggunakan “gonna” dan “will”. Walaupun keduanya artinya “akan”, mereka punya perbedaan konteks yang cukup menarik.
Gonna adalah singkatan dari “going to”, dan biasanya dipakai di situasi informal. Misalnya, percakapan sehari-hari dengan teman atau keluarga. Kalau lagi ngobrol santai, kamu bisa bilang “I’m gonna go to the mall later” daripada “I will go to the mall later” supaya terdengar lebih santai dan dekat.
Will biasanya digunakan untuk menunjukkan kepastian atau janji di masa depan, dan kata ini lebih sering digunakan dalam situasi formal. Misalnya, dalam percakapan resmi, pertemuan, atau email formal, “will” lebih disukai. Contoh: “The meeting will start at 9 AM.”
Tabel Perbedaan Penggunaan “Gonna” dan “Will”
| Penggunaan | Contoh Kalimat |
|---|---|
| Gonna | I’m gonna see my friend after school. (Aku akan ketemu teman setelah sekolah.) |
| Will | She will arrive at 10 PM. (Dia akan tiba jam 10 malam.) |
Dalam konteks kalimat informal seperti obrolan santai, “gonna” sering kali digunakan karena terkesan lebih santai dan tidak kaku. Sementara itu, “will” lebih tepat digunakan dalam situasi formal atau untuk menunjukkan kepercayaan yang kuat.
Contohnya, ketika teman kamu merasa khawatir soal cuaca buruk, kamu bisa bilang, “Relax, everything gonna be okay.” Artinya kamu menenangkan mereka dengan nada santai bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, jika temanmu sedang menghadapi situasi serius, seperti kesulitan pekerjaan, kamu mungkin lebih memilih bilang, “Everything will be okay.”
Gonna menunjukkan rencana yang sudah terencana sebelumnya, sedangkan will sering kali digunakan untuk keputusan mendadak atau keyakinan.
Contoh:
- “I’m gonna buy a new phone.” – Sudah direncanakan dari awal.
- “I will help you with that.” – Menunjukkan niat atau keputusan yang dibuat pada saat itu juga.
Contoh Kalimat
Untuk lebih memahami, yuk simak contoh berikut:
- Gonna: “I’m gonna visit my grandma this weekend.”
- Will: “I will come to the office tomorrow.”
Perbedaan Penggunaan Formal dan Informal
Penggunaan “gonna” cenderung lebih informal dibanding “will”. Ini cocok untuk obrolan sehari-hari dengan orang-orang terdekat. Sementara “will” lebih cocok untuk situasi yang membutuhkan kejelasan atau kepastian.
Penting untuk memilih kata yang tepat sesuai situasi. Ketika kamu ingin menyampaikan dukungan dalam suasana santai atau tidak resmi, “Everything gonna be okay” sudah lebih dari cukup. Tapi kalau kamu ingin memberikan jaminan yang lebih serius atau meyakinkan, gunakan “Everything will be okay.”
Beberapa contoh penggunaan:
- Everything Gonna Be Okay: Memberi harapan dalam situasi yang belum pasti. Cocok untuk teman yang sedang merasa down atau khawatir.
- Everything Will Be Okay: Menunjukkan keyakinan. Tepat untuk memberikan semangat kepada seseorang yang butuh kepastian atau dorongan positif.
Kesimpulan
Jadi, perbedaan everything gonna be okay dan everything will be okay bukan hanya sekedar masalah kata-kata, tapi juga soal makna dan konteks. “Gonna” cenderung lebih santai dan memberi harapan di situasi informal, sementara “will” memberikan kepastian yang lebih formal.
Dengan memahami perbedaan ini, kalian bisa memilih kata yang tepat untuk menyampaikan pesan dengan lebih baik. Dalam situasi informal, kalimat santai seperti “Everything gonna be okay” mungkin sudah cukup, tapi untuk memberikan dukungan serius, “Everything will be okay” adalah pilihan yang pas.