Urutan Sabuk PSHT
Buat kamu yang ngefans sama pencak silat, pasti pengen tahu dong urutan sabuk PSHT yang bikin bela diri ini makin istimewa? Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah salah satu perguruan silat tertua di Indonesia, berdiri sejak 1922, dan punya sistem sabuk yang menunjukkan level keahlian anggotanya. Sabuk-sabuk ini nggak cuma soal teknik, tapi juga simbol perjalanan spiritual dan karakter luhur. Yuk, kita jelajahi urutan sabuk PSHT, maknanya, dan sejarah seru di balik perguruan ini!
Urutan Sabuk PSHT
Sekarang, kita masuk ke inti pembahasan: urutan sabuk PSHT. Di PSHT, sabuk menunjukkan tingkat keahlian, tapi juga makna filosofis yang dalam. Setiap anggota harus lulus ujian kenaikan tingkat yang menguji teknik silat, mental, dan pengamalan ajaran Setia Hati. Ada empat sabuk utama, mulai dari yang paling rendah sampai tertinggi. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Sabuk Hitam (Siswa Polos)
Sabuk hitam adalah langkah pertama buat anggota baru PSHT. Warna hitam melambangkan “kebutaan” atau ketidaktahuan, karena siswa masih baru kenal sama dunia silat dan ajaran Setia Hati. Di tingkatan ini, kamu bakal belajar dasar-dasar, seperti pengenalan gerakan, senam tangan dan kaki, plus 1-2 jurus pukulan, tendangan, dan pertahanan.
Contohnya, bayangin kamu baru gabung latihan di cabang PSHT Surabaya. Kamu bakal diajarin 30 senam dasar dan 5-6 jurus awal. Tujuannya, biar kamu paham dasar silat dan mulai membentuk disiplin. Latihan di tingkat ini biasanya berlangsung 6 bulan sebelum ujian kenaikan sabuk.
2. Sabuk Merah Jambu (Siswa Jambon)
Kalau kamu lulus ujian dari sabuk hitam, selamat, kamu naik ke sabuk merah jambu atau jambon! Warna merah muda ini melambangkan keragu-raguan, artinya kamu udah mulai paham silat, tapi belum sempurna. Di tingkat ini, kamu bakal belajar lebih dalam tentang ajaran Setia Hati, plus gerakan yang lebih susah.
Misalnya, di cabang PSHT Yogyakarta, siswa jambon diajarin 3-4 pukulan, tendangan, dan teknik pertahanan, ditambah 45 senam dan 13 jurus. Ini adalah tahap di mana kamu mulai ngerasa silat itu nggak cuma soal fisik, tapi juga mental. Kamu bakal dilatih buat lebih percaya diri, tapi tetap rendah hati.
3. Sabuk Hijau (Siswa Ijo)
Sabuk hijau adalah tanda kamu udah mulai mantap di dunia silat! Warna hijau melambangkan keadilan dan keteguhan hati dalam menjalani ajaran Setia Hati. Di tingkat ini, gerakan yang diajarkan makin kompleks, seperti 5-6 pukulan, tendangan, dan pertahanan, plus 60 senam dan 15-20 jurus.
Contohnya, di kejuaraan lokal di Solo, siswa sabuk hijau sering unjuk kebolehan dengan jurus-jurus yang lebih lincah. Kamu juga bakal belajar lebih dalam tentang nilai-nilai PSHT, seperti kejujuran dan tanggung jawab. Tingkat ini biasanya jadi momen di mana siswa mulai ngerasa bangga jadi bagian PSHT.
4. Sabuk Putih (Warga/Pendekar)
Sabuk putih adalah puncak dari urutan sabuk PSHT! Warna putih melambangkan kesucian, artinya kamu diharapkan bertindak berdasarkan kebenaran dan bijaksana. Siswa di tingkat ini udah menguasai semua teknik, mulai dari pukulan, tendangan, pertahanan, sampai 35 jurus (kecuali jurus ke-36 yang khusus buat warga tingkat tinggi).
Anggota sabuk putih siap disahkan sebagai warga PSHT, yang disebut “Dimas Satria Anom.” Contohnya, di acara pengesahan di Padepokan Madiun, warga baru bakal dapet sabuk kain mori dengan satu lipatan di seragamnya. Ini adalah momen spesial, karena kamu resmi jadi bagian keluarga besar PSHT!
Berikut tabel ringkas urutan sabuk PSHT:
| Sabuk | Tingkatan | Makna | Materi |
|---|---|---|---|
| Hitam | Siswa Polos | Kebutaan/Ketidaktahuan | 1-2 pukulan, 30 senam, 5-6 jurus |
| Merah Jambu | Siswa Jambon | Keragu-raguan | 3-4 pukulan, 45 senam, 13 jurus |
| Hijau | Siswa Ijo | Keadilan, Keteguhan | 5-6 pukulan, 60 senam, 15-20 jurus |
| Putih | Warga/Pendekar | Kesucian | Semua teknik, kecuali jurus ke-36 |