Apakah Selingkuh Itu Penyakit? 5 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu
Perselingkuhan sering jadi topik panas yang bikin orang bertanya-tanya: apakah selingkuh itu penyakit? Banyak yang menganggap selingkuh sebagai pengkhianatan besar dalam hubungan, tapi ada juga yang melihatnya sebagai sesuatu yang lebih dalam, mungkin terkait kesehatan mental. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa itu selingkuh, mengapa orang melakukannya, dan apakah benar ada hubungannya dengan gangguan psikologis. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dengan bahasa yang asyik dan mudah dipahami!
Hubungan romantis itu seperti taman: kalau nggak dirawat, bisa layu. Selingkuh sering dianggap sebagai pengkhianatan yang menghancurkan kepercayaan. Tapi, apakah perilaku ini cuma soal moral atau ada faktor lain di baliknya? Mari kita jelajahi bersama.
Artikel ini akan membahas definisi selingkuh, batasan-batasannya, serta apakah selingkuh benar-benar bisa dikategorikan sebagai penyakit. Kita juga akan melihat dampaknya pada hubungan dan bagaimana cara menghadapinya dengan bijak. Siap? Ayo kita mulai!
Apa Itu Selingkuh? Memahami Maknanya
Selingkuh itu seperti main kucing-kucingan: seseorang menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Dalam hubungan romantis, selingkuh biasanya berarti menjalin hubungan romantis atau emosional dengan orang lain di luar komitmen resmi. Misalnya, Budi sudah punya pacar bernama Ani, tapi diam-diam ia sering chatting mesra dengan Rina. Itu sudah termasuk selingkuh, lho!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh berarti tidak jujur atau menyembunyikan sesuatu. Tapi, batasan selingkuh itu bisa beda-beda untuk setiap pasangan. Ada yang menganggap chatting dengan orang lain sudah selingkuh, tapi ada juga yang baru menyebutnya selingkuh kalau sudah ada kontak fisik. Yang jelas, selingkuh selalu melibatkan pengkhianatan kepercayaan.
Bayangkan kamu dan pasangan sudah sepakat untuk setia. Tiba-tiba, pasanganmu ketahuan jalan bareng orang lain dan sembunyi-sembunyi. Pasti rasanya seperti ditusuk dari belakang, kan? Itulah kenapa selingkuh sering bikin hubungan retak.
Namun, selingkuh nggak selalu soal cinta atau nafsu. Kadang, seseorang selingkuh karena merasa kesepian, kurang diperhatikan, atau bahkan karena masalah dalam dirinya sendiri. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang lebih dalam: apa saja tanda-tanda selingkuh?
Tanda-Tanda Selingkuh: Apa yang Harus Diwaspadai?
Selingkuh itu nggak selalu kelihatan jelas seperti di sinetron. Ada beberapa tanda yang bisa jadi petunjuk kalau pasanganmu sedang "bermain di belakang layar". Pertama, adanya ketertarikan fisik ke orang lain. Misalnya, pasanganmu tiba-tiba sering memuji teman kerjanya yang "kece" atau selalu cari alasan untuk dekat dengan orang itu.
Kedua, ada kedekatan emosional. Ini terjadi kalau pasanganmu mulai curhat tentang masalah pribadi ke orang lain, bukan ke kamu. Bayangkan pasanganmu lebih nyaman ngobrol sama temen kantor ketimbang sama kamu. Itu bisa jadi tanda bahaya!
Ketiga, kerahasiaan. Kalau pasanganmu mulai sembunyi-sembunyi, misalnya ngumpetin ponsel atau buru-buru nutup aplikasi chat saat kamu dekatin, itu bisa jadi sinyal ada sesuatu yang disembunyikan. Contohnya, Lisa merasa aneh karena pacarnya, Dedi, tiba-tiba pasang kata sandi di ponselnya, padahal sebelumnya nggak pernah.
Tanda-tanda ini nggak selalu berarti pasanganmu selingkuh, tapi bisa jadi peringatan untuk komunikasi lebih terbuka. Kalau kamu mulai curiga, jangan langsung nuduh. Coba ajak ngobrol dan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah Selingkuh Itu Penyakit? Pandangan Psikologi
Sekarang masuk ke pertanyaan utama: apakah selingkuh itu penyakit? Jawabannya nggak sesimpel ya atau tidak. Secara umum, selingkuh bukan penyakit mental yang berdiri sendiri. Tapi, ada kondisi yang disebut compulsive cheating disorder, yaitu kebiasaan selingkuh yang nggak bisa dikontrol, meskipun orang itu tahu itu salah.
Contohnya, ada orang yang terus-terusan selingkuh meskipun sudah berulang kali ketahuan dan minta maaf. Mereka seperti kecanduan mencari hubungan baru. Tapi, penting dicatat, kondisi ini nggak diakui secara resmi dalam DSM-5, buku panduan untuk gangguan mental. Jadi, secara medis, selingkuh bukan penyakit.
Namun, beberapa gangguan kesehatan mental bisa memicu perilaku selingkuh. Misalnya, gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) bisa bikin seseorang impulsif dan sulit menjaga komitmen. Atau, gangguan hiperseksual bisa membuat seseorang terus mencari kepuasan seksual di luar hubungan resmi. Ada juga kasus di mana penggunaan zat tertentu, seperti alkohol atau narkoba, memengaruhi pengambilan keputusan dan membuat seseorang lebih mudah selingkuh.
Jadi, meskipun selingkuh itu sendiri bukan penyakit, kadang-kadang itu bisa jadi gejala dari masalah yang lebih dalam. Kalau kamu atau pasanganmu merasa sulit mengontrol perilaku ini, mungkin saatnya konsultasi ke psikolog untuk cari tahu akar masalahnya.
Dampak Perselingkuhan pada Hubungan
Selingkuh itu seperti bom waktu: sekali meledak, susah banget buat beresin puing-puingnya. Dampaknya bisa sangat menghancurkan, baik untuk yang diselingkuhi maupun yang selingkuh. Yang paling jelas, kepercayaan dalam hubungan jadi hancur. Bayangkan, kamu sudah percaya penuh sama pasanganmu, tapi tiba-tiba tahu dia punya hubungan lain. Rasanya seperti karpet ditarik dari bawah kakimu!
Selain itu, perselingkuhan sering bikin luka emosional yang dalam. Orang yang diselingkuhi bisa merasa nggak berharga, cemburu, atau bahkan trauma. Misalnya, Sarah, yang diselingkuhi suaminya setelah 10 tahun menikah, jadi sulit percaya pada pria lain, bahkan setelah bercerai.
Buat yang selingkuh, mereka juga nggak selalu "menang". Banyak yang merasa bersalah, stres, atau bingung dengan pilihannya sendiri. Belum lagi kalau perselingkuhan ketahuan dan bikin hubungan sosial mereka hancur, seperti kehilangan teman atau keluarga yang kecewa.
Tapi, nggak semua hubungan berakhir karena selingkuh. Ada pasangan yang berhasil memperbaiki hubungan dengan komunikasi terbuka, konseling, dan komitmen untuk berubah. Itu semua tergantung pada seberapa besar kedua pihak mau berusaha.
Cara Menghadapi Perselingkuhan dengan Bijak
Kalau kamu atau pasanganmu terjebak dalam situasi perselingkuhan, jangan panik dulu. Ada beberapa langkah bijak yang bisa kamu coba. Pertama, komunikasi adalah kunci. Cobalah bicara dari hati ke hati dengan pasanganmu. Tanyakan apa yang membuat mereka selingkuh, tapi hindari nada menuduh. Misalnya, kamu bisa bilang, “Aku merasa sakit hati sama apa yang terjadi. Bisakah kita bicara apa yang sebenarnya lagi terjadi?”
Kedua, pertimbangkan untuk cari bantuan profesional. Psikolog atau konselor pernikahan bisa membantu kalian memahami akar masalah dan mencari solusi. Banyak pasangan yang berhasil memperbaiki hubungan mereka setelah konseling.
Ketiga, fokus pada dirimu sendiri. Kalau kamu yang diselingkuhi, jangan biarkan kejadian ini bikin kamu merasa nggak berharga. Lakukan hal-hal yang bikin kamu bahagia, seperti olahraga, ketemu temen, atau ikut kelas baru. Ingat, kamu berharga, apa pun yang terjadi!
Terakhir, putuskan apa yang terbaik buatmu. Kalau hubungan sudah nggak bisa diselamatkan, mungkin saatnya untuk move on. Tapi, kalau kalian masih mau berjuang, pastikan ada komitmen untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.