Doa Ampuh Agar Suami Sadar Akan Kesalahannya

Temukan bacaan doa yang menyentuh hati dan tips Islami untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangga

Menjalani rumah tangga memang tidak selalu mudah. Ada kalanya pasangan mengalami pasang surut yang menguji komitmen dan kesabaran satu sama lain. Salah satu ujian paling berat dalam pernikahan adalah ketika suami mulai melakukan kesalahan besar dan tidak menyadarinya. Di saat seperti itu, doa ampuh agar suami sadar akan kesalahannya bisa menjadi penguat batin seorang istri yang tengah berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangga.

Kenapa Doa Menjadi Senjata Terbaik?

Sebagai istri, tentu ada batas kesabaran. Tapi, sebelum memilih jalan pisah, berdoa menjadi salah satu ikhtiar terbaik. Kenapa? Karena doa adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT, Sang Pemilik hati manusia. Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa kekuatan doa bisa meluluhkan hati yang keras sekalipun.

Dalam Islam, ketika pasangan sedang dalam konflik, kita dianjurkan untuk tetap mengedepankan akhlak dan kesabaran. Memang tidak mudah jika suami bersikap keras kepala, mudah emosi, atau bahkan menyimpan kebohongan. Tapi dengan kekuatan doa, seorang istri bisa memohon agar Allah menanamkan kesadaran dan penyesalan dalam hati suami.

Misalnya, seorang istri bernama Rina (bukan nama sebenarnya), menghadapi suami yang sering pulang larut malam dan mulai tidak jujur tentang pekerjaannya. Bukannya marah membabi buta, Rina justru mulai rajin shalat malam dan berdoa dengan bacaan khusus agar suaminya sadar dan kembali menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Beberapa bulan kemudian, tanpa diduga, suaminya mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Bacaan Doa Agar Suami Sadar

Berikut ini adalah doa yang bisa dibaca oleh istri dengan khusyuk, terutama di waktu mustajab seperti setelah salat, sepertiga malam, atau saat menghadapi kesedihan mendalam:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ (sebut nama suami) كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَنَاؤُ وَجْهُكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

**Artinya**: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Aku hanyalah hamba-Mu yang lemah dan hina. Tiada daya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama suami) kepadaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun untuk Musa. Luluhkan hatinya sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud. Sungguh, ia tidak berkata atau bertindak tanpa izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu dan hatinya dalam tangan-Mu. Maha Suci dan Agung Nama-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Waktu Terbaik untuk Membaca Doa Ini

Agar doa ini lebih cepat dikabulkan, bacalah pada waktu-waktu yang mustajab. Berikut ini beberapa waktu yang direkomendasikan:

  • Setelah shalat wajib lima waktu
  • Sepertiga malam terakhir (qiyamul lail)
  • Saat hujan turun
  • Saat sujud terakhir dalam salat
  • Antara adzan dan iqamah

Doa yang dibaca dengan hati yang ikhlas dan pasrah lebih besar kemungkinannya untuk dikabulkan. Jangan lupa juga untuk memperbanyak istighfar dan bersedekah agar hati menjadi lebih bersih dan penuh ketulusan saat berdoa.

Doa Lain untuk Meluluhkan Hati Suami yang Sedang Marah

Kadang, masalah tidak selalu besar. Tapi emosi suami bisa meledak karena hal kecil. Saat itu terjadi, coba baca doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِهَيْبَةِ عَظَمَتِكَ وَبِسَطْوَةِ جَلَالِكَ أَنْ تَجْعَلَ مَحَبَّتِي فِي قَلْبِ فُلَانٍ بْنِ فُلَانَةَ، وَأَلْقِ مَحَبَّةً وَمَوَدَّةً فِي قَلْبِهِ وَأَلِّفْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

**Artinya**: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karena kewibawaan keagungan-Mu dan kekuatan keindahan-Mu agar Engkau jadikan cintaku di dalam hati (sebut nama suami dan nama ibunya), dan tanamkan cinta dan kasih sayang dalam hatinya untukku, dan pereratlah hubungan kami wahai Dzat yang Maha Mulia.”

Dhea Safitri Saya Dhea Safitri lahir di Surakarta, 24 November 1998. Pendidikan terakhir saya SMK jurusan tata busana. Saya seorang ibu rumah tangga yang memiliki 1 anak berusia 2 tahun.