Cara Mengganti Sholat Fardhu yang Terlewat

Cara mengganti sholat fardhu yang terlewat harus dilakukan dengan benar dan segera. Artikel ini membahas tata cara qadha salat fardhu lengkap sesuai mazhab dan sunnah Rasulullah

Sholat fardhu adalah kewajiban utama bagi setiap muslim. Namun, kadang dalam kesibukan atau karena alasan tertentu, salat fardhu bisa terlewat. Nah, bagaimana sih cara mengganti sholat fardhu yang terlewat dengan benar dan sesuai syariat? Yuk, kita kupas tuntas tata cara qadha sholat ini dengan lengkap dan mudah dipahami, supaya ibadah kita tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.

1. Hukum Mengganti Sholat Fardhu yang Terlewat

Secara umum, semua ulama sepakat bahwa salat fardhu yang terlewat wajib diganti (qadha). Namun, ada perbedaan sedikit dalam urusan waktu mengganti antara mazhab-mazhab:

  • Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali: Wajib mengganti segera setelah bisa, baik ada udzur (halangan) maupun tidak.
  • Mazhab Syafi’i: Wajib qadha segera jika tertinggal tanpa alasan; tapi jika karena udzur, boleh diganti kapan saja.

Ini menegaskan bahwa kita harus serius memperhatikan qadha salat agar tidak menimbulkan dosa akibat meninggalkannya tanpa alasan yang sah.

2. Tata Cara Mengganti Sholat Fardhu yang Terlewat

Untuk mengganti salat yang terlewat, lakukan salat tersebut seperti biasa dengan jumlah rakaat yang sama. Contohnya, jika kamu melewatkan salat Dzuhur (4 rakaat), maka salat qadha-nya juga harus 4 rakaat.

Begitu pula dengan salat lain seperti Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Intinya, jumlah rakaat tidak berubah saat menggantinya.

3. Perbedaan Khusus untuk Musafir

Bagi musafir yang melakukan perjalanan jauh, aturan qadha sedikit berbeda antar mazhab:

Mazhab Ketentuan Qadha Salat bagi Musafir
Hanafi & Maliki Boleh mengganti salat 4 rakaat menjadi 2 rakaat walaupun qadha-nya di rumah.
Syafi'i & Hanbali Qadha 2 rakaat saat perjalanan diperbolehkan, tapi jika qadha di rumah, harus 4 rakaat.

Hal ini karena qashar (memendekkan salat) berlaku khusus untuk saat perjalanan, bukan untuk saat sudah di rumah.

4. Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Salat Qadha

Salat qadha sebaiknya dilakukan segera setelah teringat, tidak boleh ditunda-tunda tanpa alasan kuat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang lupa menunaikan suatu salat, maka hendaklah ia mendirikan salat ketika ia ingat, karena tidak ada tebusannya kecuali itu.” (HR. Bukhari)

Jadi, kalau kamu lupa atau terlewat sholat, segera laksanakan qadhanya saat kamu ingat, agar tidak menumpuk dan semakin sulit untuk dikerjakan.

5. Aturan Bacaan Sirr dan Jahr dalam Salat Qadha

Pada saat mengqadha salat, bacaan harus mengikuti aturan waktu asal salat tersebut:

  • Salat Dzuhur dan Ashar disunnahkan membaca lirih (sirr), walaupun dikerjakan di malam hari.
  • Salat Maghrib, Isya, dan Subuh disunnahkan membaca dengan suara keras (jahr), walaupun dikerjakan di siang hari.

Ini untuk menjaga kesesuaian antara qadha dan waktu salat yang asli, sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.

6. Urutan Qadha Salat yang Terlewat

Kalau kamu terlewat beberapa salat dalam satu hari, ganti salat tersebut secara berurutan sesuai waktu salatnya. Jadi, utamakan mengqadha salat yang waktu pelaksanaannya paling awal dulu, baru salat yang waktu belakangan.

Contohnya, jika terlewat salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya sekaligus, maka qadha dilakukan secara berurutan mulai dari Dzuhur, lalu Ashar, Maghrib, dan terakhir Isya.

Ini sesuai dengan tindakan Rasulullah SAW saat terhalang melakukan empat salat dalam Perang Khandaq.

Dhea Safitri Saya Dhea Safitri lahir di Surakarta, 24 November 1998. Pendidikan terakhir saya SMK jurusan tata busana. Saya seorang ibu rumah tangga yang memiliki 1 anak berusia 2 tahun.