Memantaskan Diri dengan Harapan Semoga Menjadi Haji yang Mabrur

Beribadah ke Tanah Suci Mekkah merupakan impian bagi umat muslim di dunia. Ibadah ini harus dilaksanakan secara khusyu’ dan serius. Dengan harapan semoga menjadi haji yang mabrur.
Memantaskan Diri dengan Harapan Semoga Menjadi Haji yang Mabrur
Memantaskan Diri dengan Harapan Semoga Menjadi Haji yang Mabrur

Beribadah ke Tanah Suci Mekkah merupakan impian bagi umat muslim di dunia. Bagi umat muslim, berhaji bukan hanya sekedar rukun Islam. Tapi juga sebagai penyempurna ibadah. Sebab, mereka akan mengunjungi rumah Allah SWT. Sekaligus meneladani kisah Nabi Muhammad saw. Tentunya, ibadah ini harus dilaksanakan secara khusyu’ dan serius. Dengan harapan semoga menjadi haji yang mabrur.

Melakukan Persiapan untuk Menjadi Haji yang Mabrur

Menunaikan haji disebutkan dalam rukun Islam yang kelima. Meski menjadi anjuran dalam menjalankan ibadah tidak semua umat muslim bisa pergi ke Mekkah. Ibadah ini dinilai sah dikerjakan oleh orang yang baligh dan berakal sehat.

Selain itu, berada dalam kategori mampu secara jasmani dan rohani. Istilah mampu ini juga berkaitan dengan hidayah dari yang Maha Kuasa. Maka dari, itu sangat penting mempersiapkan diri dengan baik sejak dini.

Meluruskan Niat Berhaji

Ibadah haji yang mabrur nilai dan maknanya tentu sangat berharga. Allah SWT sendiri memberikan tempat terbaik di surge bagi jamaah yang menunaikan haji ke Tanah Suci. Maka, jamaah perlu meluruskan niat yang baik. Sebab ibadah ini bukan untuk bahan pamer, menunjukkan status sosial dan kebanggaan dunia. Tapi, memang atas dasar beribadah karena Allah SWT. Ikhlas menjadi akar dari tujuan menyempurnakan rukun Islam ini.

Memperoleh Rezeki yang Halal

Untuk menjalankan Haji, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ini membuat umat Islam bekerja keras dan menabung sejak usia muda. Hanya saja, pastikan memperoleh harta dan rezeki dengan cara yang halal. Bekal rezeki yang halal akan menenangkan jamaah saat menjalankan serangkaian syarat dan rukun Haji. Jangan menggunakan harta yang diperoleh dari riba!

Memenuhi Keseharian dengan Kegiatan yang Bermanfaat

Melakukan kegiatan baik dan bermanfaat setiap hari perlu diamalkan oleh setiap muslim. Ini melatih diri untuk meninggalkan kegiatan yang sia-sia nilainya. Contohlah kebiasaan Nabi Muhammad dalam keseharian. Sehingga dapat bermanfaat dan menebarkan kebaikan bagi sesama.

Menjaga Kebersihan Hati dan Pikiran

Sangat penting melatih diri untuk selalu mampu menjaga hati dan pikiran. Ibadah ke Tanah Suci bukan terbilang mudah, tapi juga tidak sulit. Terlebih lagi, kota Mekkah dikunjungi oleh banyak orang dari negara lain. Sebab umat muslim tersebar di beberapa negara di dunia. Mereka datang dengan kebiasaan, perilaku dan sifat yang berbeda. Berusahalah selalu menjaga lidah, hati, perilaku dan pikiran! Benar-benar tautkan hati hanya kepada Allah SWT.

Sehari-hari, selalu laksanakan sholat wajib 5 waktu. Upayakan meluangkan waktu untuk sholat berjamaah di masjid, terutama bagi laki-laki. Perbanyak melakukan ibadah-ibadah sunnah agar diri terbiasa ketika di Mekkah nanti. Jagalah kebersihan hati dan pikiran dengan berdzikir setiap hari. Biasakan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran setelah sholat.

Mendalami Ilmu tentang Ibadah Haji

Sama seperti ibadah yang lain, berhaji memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi jamaah. Tentunya, calon jamaah perlu mempelajari ini dari jauh hari. Agar tidak canggung saat keberangkatan telah diumumkan.

Segala pengetahuan tentang ibadah suci ini menjadi bekal penting. Sebab, ibadah menjadi tidak sah jika ada syarat atau rukun yang tidak terpenuhi. Termasuk juga tentang peraturan yang berlaku di saat menunaikan Haji di Arab Saudi.

Berdoa agar Menjadi Haji Mabrur

Selalu sematkan doa dengan harapan semoga menjadi Haji yang mabrur. Doa ini bisa memperteguh keyakinan untuk beribadah hanya untuk Allah SWT. Sebagai pengingat, hanya Allah SWT yang berhak menilai. Sehingga Yang Maha Kuasa akan selalu memberi arah untuk mencapai tujuan baik.

Harapan semoga menjadi Haji yang mabrur perlu diiringi dengan kegiatan dan tingkah laku yang positif. Dengan melakukan kebiasaan baik dapat memupuk pahala kebaikan untuk diri sendiri. Sebab, ibadah Haji yang ikhlas dilakukan karena Allah SWT lebih berarti daripada penilaian manusia.